Kucing atau Manusia? Mana yang berharga?

*taken from A Cat in My Eyes, Karena Bertanya Tak Membuatmu Berdosa -Fahd Djibran*


A CAT IN YOUR EYES

4.

Anak kucing kecil masih di tengah punggung jalan. Kijang biru akhirnya melintas-melindas tubuhnya. Anak kucing mempersembahkan suara terakhirnya.

Kucing mati. Sebagian tubuhnya hampir bersatu dengan aspal yang basah. Matanya keluar, usunya keluar, lidahnya keluar. Darah kucing, merah menggenang di aspal yang basah. Kami bergidik. Kasihan.

Kedua orang penunggang Kijang biru masih panik. Yang perempuan menanyakan kantong plastik pada kami. Yang lelaki sibuk mencari sepotong kayu.

Cekatan mereka berdua memasukkan anak kucing mati itu ke dalam kantong plastik.

Terakhir kami mendengar penunggang Kijang yang lelaki berkata, "Kudu dikuburkeun, ucing jaga bakal mawa bala."

5.

Suatu siang.
Aku sedang menunggu temanku menyeberang dari tepi jalan yang lain. Dari ujung jalan setelah tikungan di arah sebelah timur, sebuah Kijang biru melesat dengan kecepatan tinggi.
Kijang kemarin, aku sangat hapal mobilnya!

Temanku masih memintasi jalan hendak menemuiku di tepi sebelah sini. Namun, Kijang biru itu menabraknya telak.
Temanku itu mempersembahkan jeritan terakhirnya. Kijang berhenti sebentar, lalu melesat lagi, pergi melarikan diri.

Temanku tergeletak tak sadarkan diri. Darah segar mengalir dari tubuhnya.

"MATI?"
"TABRAK LARIII!"
***
From me, Aknadya :

See?
Orang kadang lebih takut sama mitos atau yang biasa orang sunda bilang dengan sebutan pamali..

Seolah mereka lebih menghargai nyawa seekor KUCING, karena takut kualat,
daripada,
seorang manusia, yang jelas2 secitra dengan Allah..

Moral manusia makin hari makin rusak aja..

Semoga kita bisa mendekatkan diri kita pada Tuhan,
dan mengembangkan iman kita..

Oke?

*maaf sok alim*

xoxo



NB : bagian nomer 4 banyak yang aku potong2 dari paragraf aslinya, karena emang panjang banget..
kalo mau tau lengkapnya, bisa beli bukunya sendiri.. hehe..

Komentar

Postingan Populer