TUGAS KEDOMINIKANAN

 Bab I
Pendahuluan

A.     Latar Belakang
Di sekitar kita begitu banyak orang – orang yang hidup di dalam garis kemiskinan dan hidup dalam keterbatasan ekonomi. Mereka mengalami kekurangan dalam hal materi, namun mereka masih bisa bertahan hidup karena mereka mau dan giat bekerja untuk menutupi kekurangan yang mereka miliki dan untuk membiayai biaya kehidupan yang semakin meningkat.
Dalam kehidupan kita harus memperhatikan mereka yang tersingkir dari pergaulan masyarakat dan mereka yang mengalami kekurangan dalam materi. Oleh karena itulah kami melakukan aksi bela rasa ini dengan harapan dapat meringankan beban orang – orang yang mengalami kekurangan.

B.      Maksud dan Tujuan
a.      Maksud dan Tujuan dari Aksi Bela Rasa
·      Memahami penderitaan yang dialami oleh orang yang kekurangan di sekitar kita
b.      Maksud dan Tujuan dari Pembuatan Laporan
·      Mendapatkan nilai tugas Kedominikanan



Bab II
Isi Laporan

A.     Waktu dan Tempat
Waktu              : 14.00 – 14.05
Hari / Tanggal : Jumat, 13 Mei 2011
Tempat            : Pasar Baros
                        Cimahi  Selatan

B.      Tujuan
Tujuan dari aksi bela rasa ini adalah untuk memberikan sumbangan kepada orang yang berkekurangan dari hasil pengumpulan dana selama kurang lebih seminggu.

C.      Sasaran
Pedagang Sayuran di Pasar Baros, yaitu Bapak Hasyim yang memiliki 7 orang anak. Anaknya yang paling kecil berumur 2 tahun. Kami merasa perlu membantu Bapak Hasyim karena untuk membiayai ke tujuh orang anaknya tidak mudah.



D.     Sharing Pengalaman

“Sebelum memberikan sumbangan tersebut, saya merasa senang karena saya bisa menunjukkan kepedulian saya dengan cara memberikan sumbangan kepada orang lain yang membutuhkan. Pada saat saya memberikan sumbangan itu, saya merasa sangat bangga karena saya dan teman saya yang lainnya dapat membuat orang lain, yaitu Pak Hasyim, bahagia karena aksi bela rasa yang kami lakukan.”
-- Clara Yohana

“Pada saat akan memberikan sumbangan itu awalnya saya merasa agak malu karena belum terbiasa untuk langsung  turun tangan memberikan sumbangan kepada orang yang berkekurangan. Namun pada saat saya dan teman – teman melakukan aksi bela rasa tersebut, saya merasa sangat senang dan bangga. Saya merasa bangga karena barang – barang yang kami sumbangkan berasal dari sisa uang saku selama kurang lebih seminggu. Saya juga merasa senang  karena saya dan teman – teman kelompok saya mengetahui bahwa barang – barang yang kami berikan tentunya akan sangat bermanfaat bagi Bapak Hasyim, seorang pedagang sayur di pasar, yang harus membiayai ketujuh anaknya. Semoga aksi bela rasa ini dapat sedikit meringankan beban hidup Bapak Hasyim.”
-- Gertrud Aknadya

“Saat melakukan aksi bela rasa saya merasa gugup sekali, karena saya takut orang yang akan kami berikan sumbangan akan merasa merendahkan dan akhirnya menolak sumbangan yang akan kami berikan kepadanya. Namun, rasa gugup itu hilang dan berganti dengan perasaan senang pada saat saya dan teman – teman memberikan sumbangan itu kepada Pak Hasyim. Ia tidak menolak untuk diberikan sumbangan dan saya pikir dia juga tidak merasa direndahkan, dia justru merasa sangat senang akan aksi bela rasa yang dilakukan oleh kami. Setelah melakukan aksi bela rasa itu, saya merasa sangat bangga karena saya dan teman – teman saya dapat melakukan tugas bela rasa itu dengan baik. Kami pun tidak mendapat penolakan dari Pak Hasyim dan beliau pun tidak merasa direndahkan. Saya merasa bahwa aksi bela rasa ini sangat bermanfaat bagi Pak Hasyim dan kelompok kami, karena sumbangan yang kami berikan akan meringankan beban hidup Pak Hasyim. Kami juga belajar untuk peduli pada apa yang terjadi di sekitar kita.”
-- Kezia Ruth

“Perasaan saya sebelum melakukan aksi bela rasa adalah takut dan tidak percaya diri. Pada saat melakukan aksi bela rasa pun, saya tetap merasa sangant tegang, meskipun saya sudah beberapa kali memberikan bantuan secara langsung kepada orang lain yang membutuhkan. Setelah melakukan aksi ini, saya merasa lega karena akhirnya saya dan teman saya dapat memberikan sesuatu yang berguna kepada orang yang membutuhkan. Saya merasa senang ketika saya dan teman – teman diberi tugas untuk melakukan aksi memberi sumbangan secara langsung seperti ini. Dengan tugas untuk berbela rasa ini, saya serta teman – teman saya dapat berbagi kepada orang – orang yang membutuhkan dan membantu kelangsungan dengan menyisihkan sedikit dari harta yang kami miliki. Namun, saya yakin bahwa sumbangan ini pasti sangat bermakna bagi Bapak Hasyim. Pelajaran yang dapat saya ambil adalah kita pasti bisa melakukan hal ini asal kita mau mencoba.”
-- Wischa Novia




E.      Tanggapan
Tanggapan Bapak Hasyim :
“Saya merasa senang sekali karena telah diadakan kegiatan seperti ini. Saya mengucapkan terima kasih kepada anak – anak yang telah memberikan semua ini kepada saya. Saya harap kegiatan ini sering diadakan untuk membantu orang – orang  lain yang masih berkekurangan.”

F.       Foto - Foto



G.     Barang yang Dibeli
Barang – barang yang kami sumbangakan kepada Bapak Hasyim :
-          Gula Pasir
-          Telur
-          Beras
-          Susu
-          Kecap
-          Mie



Bab III
Penutup

Setelah melakukan aksi bela rasa, kami menyimpulkan bahwa peduli terhadap sesama manusia yang membutuhkan adalah kegiatan yang tentunya sangat bermanfaat bagi semua orang.
Semoga dengan adanya pelaksanaan aksi bela rasa ini dapat memotivasi kita untuk mau bergaul dengan orang – orang yang kekurangan dan meningkatkan kepedulian kita terhadap orang – orang yang kekurangan dan tersingkir dari kehidupannya.
Akhir kata, kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang terdapat dalam laporan ini. Maka dari itu, saran dan kritik membangun tentunya akan sangat dibutuhkan agar kami dapat melakukan hal ini dengan lebih baik. Atas segala perhatian dan partisipasinya kami ucapkan terima kasih.

Komentar

Postingan Populer